Minggu, 24 Juli 2011

Program BK

Administrasi Bimbingan Konseling

Administrasi Bimbingan Konseling terdiri dari

1. Struktur organisasi

2. Penugasan peserta didik

3. Jadwal layanan

4. Visi dan misi

5. Analisis kerja BK

> REFERENSI

1. Kurikulum BK 2007

2. Kurikulum SMK - SK 1997

3. Silabus layanan BK

4. Pelaksanaan Bimbingan Konseling SMK

5. Panduan pengembangan diri dari Alson dan materi pengembangan layanan BK

> ADMINISTRASI KONSELOR SEKOLAH/ GURU BK

1. Agenda kerja

2. Daftar siswa asuh

3. Analisis kebutuhan siswa

4. Program tahunan

5. Program semesteran

6. Agenda pelaksanaan layanan bK

7. Layanan informasi

8. Bimbingan Konseling kelompok

9. Catatan pertemuan dengan orangtua

10. Lembaran home visit

11. Penilaian jangka pendek dan jangka panjang

12. Konseling individual/ studi kasus

> BUKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETUA PROGRAM

1. Buku komunikasi

2. Akumulasi data prioritas layanan

3. Materi khusus kerjasama pembinaan siswa berprestasi

4. Konfrensi kasus

5. Alih tangan kasus

> PENDUKUNG

1.Catatan pribadi siswa

2. Buku/ modul materi layanan dan kepustakaan

3. CD

Rasa Percaya Diri

Kepercayaan diri sangat berpengaruh dalam praktik hidup dan kehidupan manusia. Sehingga apapun yang dilakukan tanpa adanya kepercayaan diri, hasilnya tidak akan optimal. Krishna Pabicara (2007: 34) mengemukakan bahwa “kepercayaan diri adalah kemampuan melihat, menggali, mengembangkan dan memanfaatkan potensi diri secara maksimal”.

Ciri-ciri Individu Yang Memiliki Kepercayaan Diri

Ciri-ciri individu yang memiliki kepercayaan diri menurut Jacinta F. Rini (2002):

1. Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain.

2. Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok.

3. Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain – berani menjadi diri sendiri.

4. Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil).

5. Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain).

6. Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi di luar dirinya.

7. Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.

Faktor-faktor Kepercayaan Diri

Lindenfield (1997; 4-11) membagi kepercayaan diri menjadi dua faktor yang berbeda, yaitu kepercayaan diri batin dan kepercayaan diri lahir.

a. Kepercayaan Diri Batin

Kepercayaan diri batin adalah jenis kepercayaan diri yang memberi kepada individu perasaan dan anggapan bahwa individu dalam keadaan baik.

Ada empat indikator utama yang khas pada individu yang memiliki kepercayaan diri batin yang sehat, yaitu :

1). Cinta Diri

Individu yang mencintai diri sendiri dan peduli tentang diri sendiri akan lebih menghargai segala yang ada pada diri sendiri. Individu akan berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki atau menjaga diri individu dengan tindakan-tindakan yang tidak merugikan individu lain termasuk diri sendiri.

2). Pemahaman Diri

Individu sangat sadar diri dan tidak terus menerus merenungi diri sendiri. Individu ingin tahu bagaimana pendapat individu lain tentang dirinya. Jika individu memiliki pemahaman diri, individu akan mengetahui kelebihan yang dimilikinya, mengenal kelemahan dan keterbatasan serta bersikap terbuka.


3). Tujuan Yang Jelas

Individu yang percaya diri selalu tahu tujuan hidupnya. Hal ini disebabkan karena individu mempunyai pikiran yang jelas mengapa individu melakukan tindakan tertentu. Dengan demikian sikap seperti ini, individu dapat dengan mudah membuat keputusan karena individu tahu betul apa yang diinginkan dan dibutuhkan.

4). Berpikir Positif

Individu yang berpikir positif, adalah individu biasa melihat kehidupan dari sisi yang cerah dan dapat mengharapkan serta mencari pengalaman.


b. Kepercayaan Diri Lahir

Kepercayaan jenis ini memungkinkan individu untuk tampil dan berperilaku dengan cara menunjukkan kepada dunia luar bahwa individu mempunyai keyakinan diri sendiri. Untuk memberikan kesan percaya diri ini, maka individu perlu memperhatikan hal-hal yang dapat membuatnya lebih percaya diri. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :

1) Komunikasi

Dengan memiliki dasar yang baik dalam berkomunikasi, maka individu dapat mendengarkan individu lain dengan tepat, tenang dan penuh perhatian. Dapat berbincang-bincang dengan individu lain dari segala usia dan segala latar belakang serta mampu berbicara didepan umum tanpa rasa takut

2) Ketegasan

Jika individu bisa bersikap tegas dalam hidupnya, maka jarang sekali individu berlaku agresif dan pasif demi mendapatkan keberhasilan dalam hidup dan hubungan sosialnya.

3) Keadaan Diri Yang Terlihat

Keadaan diri yang terlihat akan mengajarkan kepada individu akan pentingnya tampil sebagai individu yang percaya diri. Hal ini akan memungkinkan individu untuk memilih gaya pakaian dan warna yang paling cocok dengan kepribadian dan kondisi fisiknya, cepat mendapat pengakuan karena kesan pertama yang menyenangkan.

4) Pengendalian Perasaan

Jika perasaan tidak dikelola dengan baik maka bisa membentuk suatu kekuatan besar yang tidak terduga. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari individu harus dapat mengendalikan perasaannya. Individu yang dapat mengendalikan persaannya akan lebih percaya diri karena tidak khawatir akan lepas kendali serta berani menghadapi resiko serta individu dapat mengatasi rasa takut, khawatir dan frustasi.

Permalink Comments

VISI DAN MISI BIMBINGAN KONSELING

VISI

Adalah terwujudnya kehidupan manusia yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.

MISI

a. Misi pendidikan

Mendidik peserta didik dan warga masyarakat melalui pengembangan perilaku efektif- normatif dalam kehudpan keseharian dan yangterkait masa depan

b. Misi pengembangan

Memfasilitasi perkembangan individu didalam satuan pendidikan formal dan non formal, keluarga, instansi, dunia usaha dan industri, serta kelembagaan masyarakat lainnya kearah perkembangan optimal melalui strategi upaya pengembangan lingkungan belajar dan lingkungan lainnya serta kondisi tertentu sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat

c. Misi pengentasan masalah

Membantu dan menfasilitasi pengentasan masalah individu mengacu kepadakehidpan sehari-hari yang efektif


TUGAS PERKEMBANGAN SISWA

SMK AL Wahyu Cibubur Jakarta Timur

Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Mencapai kematangan pertumbuhan jasmani dan rohani yang sehat
Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam perannya sebagi pria dan wanita
Mencapai kematangan berpikir dan mengembangkan kemampuan umum
Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni dan kreasi sesuai dengan program kurikullum dan aspirasi karir dan/atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi
Mencapai kematangan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat luas dalam hubungan interpersonal dan mengembangkan kecerdasan emosi
Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Mencapai kemandirian pilihan karir sesuai potensi yang dimiliki
Mengembangkan kematangan dalam system etika, nilai dan kecerdasan ontelektual, emosi dan spiritual.


PERANGKAT BK

KONSELOR/ GURU BIMBINGAN KONSELING

A. Awal Tahun/ Sebelum Kegiatan Layanan

1. Asessmen need/ data kebutuhan

v Siswa

v Lingkungan

2. Program Bimbingan Konseling

v Tahunan

v Semesteran

v Program Pengembangan Diri

3. Agenda kerja guru BK/ Konselor mingguan untuk 1 tahun

4. Satuan Layanan/ Pendukung

5. Daftar Siswa Asuh


B. Pelaksanaan

1. Agenda pelaksanaan BK harian

2. Format administrasi layanna/ pendukung

3. Format penilaian

4. Format pelengkap


C. Akhir Tahun

1. Laporan bulanan

2. Laporan semesteran

3. Laporan tahunan

4. Analisis

v Program

v Hasil layanan


KOORDINATOR BIMBINGAN KONSELING

1. Struktur BK

2. Alur kerja/mekanisme

3. Job Analisis

4. Pembagian tugas siswa asuh untuk guru BK/ Konselor sekolah

5. Buku tamu

v Penjabat

v Wali siswa

6. Jadwal konselor/ guru BK

7. Rekapitulasi layanan /bulan/semester/tahun

8. Anggaran biaya

9. Fasilitas BK

v Daftar inventaris


FORMAT –FORMAT PELENGKAP

1. Daftar peserta layanan orientasi

2. Daftar hadir peserta layanan informasi

3. Lembaran catatan pelaksanaan bimbingan kelompok

4. Lembaran catatan pelaksanaan konseling kelompok

5. Catatan pertemuan dengan orang tua siswa/ konsultasi orang tua

6. Format konfrensi kasus

7. Format alih tangan kasus

8. Catatan konseling individu/ kartu konseling

9. Lembaran studi kasus

10. Format layanan siswa berbakat

11. Catatan pribadi siswa

12. Buku komunikasi/ kartu komunikasi

13. Surat panggilan BK

14. Surat pemberitahuan home visit

15. Format penilaian (layanan jangka pendek, layanan jangak panjang)

16. Lembaran kerjasama dengan pihak-pihak terkait

17. Sosiogram

Kamis, 26 Mei 2011

8 MACAM CYBER CRIME

Minggu, 27 Februari 2011
8 contoh kasus Cyber Crime yang pernah terjadi beserta modus dan analisa penyelesaiannya...
Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan "CyberCrime" atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus "CyberCrime" di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.
Berikut adalah 8 contoh kasus Cyber Crime yang pernah terjadi beserta modus dan analisa penyelesaiannya:

KASUS 1 :
Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana diberitakan “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 tentang dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan menggunakan sarana komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet.
Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni criminal, kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.
Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank dengan menggunaka komputer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka, orang tersebut diancam dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus perbuatan yang dilakukannya.


KASUS 2 :
Kasus ini terjadi saat ini dan sedang dibicarakan banyak orang, kasus video porno Ariel “PeterPan” dengan Luna Maya dan Cut Tari, video tersebut di unggah di internet oleh seorang yang berinisial ‘RJ’ dan sekarang kasus ini sedang dalam proses.
Pada kasus tersebut, modus sasaran serangannya ditujukan kepada perorangan atau individu yang memiliki sifat atau kriteria tertentu sesuai tujuan penyerangan tersebut.
Penyelesaian kasus ini pun dengan jalur hukum, penunggah dan orang yang terkait dalam video tersebut pun turut diseret pasal-pasal sebagai berikut, Pasal 29 UURI No. 44 th 2008 tentang Pornografi Pasal 56, dengan hukuman minimal 6 bulan sampai 12 tahun. Atau dengan denda minimal Rp 250 juta hingga Rp 6 milyar. Dan atau Pasal 282 ayat 1 KUHP.


KASUS 3 :
Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet lazimnya disebut cracker. Boleh dibilang cracker ini sebenarnya adalah hacker yang yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negatif. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkup yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran. Tindakan yang terakhir disebut sebagai DoS (Denial Of Service). Dos attack merupakan serangan yang bertujuan melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan.
Pada kasus Hacking ini biasanya modus seorang hacker adalah untuk menipu atau mengacak-acak data sehingga pemilik tersebut tidak dapat mengakses web miliknya. Untuk kasus ini Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain, seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan sebagaimana mestinya.

KASUS 4 :
Carding, salah satu jenis cyber crime yang terjadi di Bandung sekitar Tahun 2003. Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Para pelaku yang kebanyakan remaja tanggung dan mahasiswa ini, digerebek aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil melakukan transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain. Para pelaku, rata-rata beroperasi dari warnet-warnet yang tersebar di kota Bandung. Mereka biasa bertransaksi dengan menggunakan nomor kartu kredit yang mereka peroleh dari beberapa situs. Namun lagi-lagi, para petugas kepolisian ini menolak menyebutkan situs yang dipergunakan dengan alasan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Modus kejahatan ini adalah pencurian, karena pelaku memakai kartu kredit orang lain untuk mencari barang yang mereka inginkan di situs lelang barang. Karena kejahatan yang mereka lakukan, mereka akan dibidik dengan pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 363 tentang Pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.


KASUS 5 :
Penyebaran virus dengan sengaja, ini adalah salah satu jenis kasus cyber crime yang terjadi pada bulan Juli 2009, Twitter (salah satu jejaring social yang sedang naik pamor di masyakarat belakangan ini) kembali menjadi media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mampu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Semua kasus ini hanya sebagian dari sekian banyak kasus penyebaran malware di seantero jejaring social. Twitter tak kalah jadi target, pada Agustus 2009 diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis mendownload Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco.
Modus serangannya adalah selain menginfeksi virus, akun yang bersangkutan bahkan si pemiliknya terkena imbas. Karena si pelaku mampu mencuri nama dan password pengguna, lalu menyebarkan pesan palsu yang mampu merugikan orang lain, seperti permintaan transfer uang . Untuk penyelesaian kasus ini, Tim keamanan dari Twitter sudah membuang infeksi tersebut. Tapi perihal hukuman yang diberikan kepada penyebar virusnya belum ada kepastian hukum.


KASUS 6 :
Cybersquatting adalah mendaftar, menjual atau menggunakan nama domain dengan maksud mengambil keuntungan dari merek dagang atau nama orang lain. Umumnya mengacu pada praktek membeli nama domain yang menggunakan nama-nama bisnis yang sudah ada atau nama orang orang terkenal dengan maksud untuk menjual nama untuk keuntungan bagi bisnis mereka . Contoh kasus cybersquatting, Carlos Slim, orang terkaya di dunia itu pun kurang sigap dalam mengelola brandingnya di internet, sampai domainnya diserobot orang lain. Beruntung kasusnya bisa digolongkan cybersquat sehingga domain carlosslim.com bisa diambil alih. Modusnya memperdagangkan popularitas perusahaan dan keyword Carlos Slim dengan cara menjual iklan Google kepada para pesaingnya. Penyelesaian kasus ini adalah dengan menggunakan prosedur Anticybersquatting Consumer Protection Act (ACPA), memberi hak untuk pemilik merek dagang untuk menuntut sebuah cybersquatter di pengadilan federal dan mentransfer nama domain kembali ke pemilik merek dagang. Dalam beberapa kasus, cybersquatter harus membayar ganti rugi uang.


KASUS 7 :
Salah satu contoh kasus yang terjadi adalah pencurian dokumen terjadi saat utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa berkunjung di Korea Selatan. Kunjungan tersebut antara lain, guna melakukan pembicaraan kerja sama jangka pendek dan jangka panjang di bidang pertahanan. Delegasi Indonesia beranggota 50 orang berkunjung ke Seoul untuk membicarakan kerja sama ekonomi, termasuk kemungkinan pembelian jet tempur latih supersonik T-50 Golden Eagle buatan Korsel dan sistem persenjataan lain seperti pesawat latih jet supersonik, tank tempur utama K2 Black Panther dan rudal portabel permukaan ke udara. Ini disebabkan karena Korea dalam persaingan sengit dengan Yak-130, jet latih Rusia. Sedangkan anggota DPR yang membidangi Pertahanan (Komisi I) menyatakan, berdasar informasi dari Kemhan, data yang diduga dicuri merupakan rencana kerja sama pembuatan 50 unit pesawat tempur di PT Dirgantara Indonesia (DI). Pihak PT DI membenarkan sedang ada kerja sama dengan Korsel dalam pembuatan pesawat tempur KFX (Korea Fighter Experiment). Pesawat KFX lebih canggih daripada F16. Modus dari kejahatan tersebut adalah mencuri data atau data theft, yaitu kegiatan memperoleh data komputer secara tidak sah, baik digunakan sendiri ataupun untuk diberikan kepada orang lain. Indentity Theft merupakan salah satu jenis kejahatan ini yang sering diikuti dengan kejahatan penipuan. Kejahatan ini juga sering diikuti dengan kejahatan data leakage. Perbuatan melakukan pencurian dara sampai saat ini tidak ada diatur secara khusus.


KASUS 8 :
Perjudian online, pelaku menggunakan sarana internet untuk melakukan perjudian. Seperti yang terjadi di Semarang, Desember 2006 silam. Para pelaku melakukan praktiknya dengan menggunakan system member yang semua anggotanya mendaftar ke admin situs itu, atau menghubungi HP ke 0811XXXXXX dan 024-356XXXX. Mereka melakukan transaki online lewat internet dan HP untuk mempertaruhkan pertarungan bola Liga Inggris, Liga Italia dan Liga Jerman yang ditayangkan di televisi. Untuk setiap petaruh yang berhasil menebak skor dan memasang uang Rp 100 ribu bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu, atau bisa lebih. Modus para pelaku bermain judi online adalah untuk mendapatkan uang dengan cara instan. Dan sanksi menjerat para pelaku yakni dikenakan pasal 303 tentang perjudian dan UU 7/1974 pasal 8 yang ancamannya lebih dari 5 tahun.

Kamis, 12 Mei 2011

SIM

SIMDIK : Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

SIMDIK adalah sebuah sistem informasi untuk kebutuhan manajemen lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah. Sekolah yang dapat di cover dengan SIMDIK ini adalah sekolah TK, SD, SMP, SMA dan sederajat.
SIMDIK dikembangkan secara terpadu dimulai dari proses operasional pendaftaran siswa baru, proses akademik, pengelolaan keuangan, sampai operasional siswa menjadi alumni.
SIMDIK merupakan core proses operasional sekolah.
SIMDIK juga dirancang sesuai dengan standar JARDIKNAS. Segala kebutuhan pelaporan dari sekolah ke Dinas Pendikan Daerah maupun untuk kebutuhan Depdiknas dapat dilakukan dengan mudah. Dengan adanya SIMDIK manajemen pendidikan menjadi lebih mudah dan terkontrol.


Latar Belakang
• Pemanfaatan ICT dalam bidang pendidikan sudah sangat diperlukan dalam proses pengelolaan sekolah, baik dalam hal pengelolaan administrasi akademik, administrasi kepegawaian, dan untuk proses pelaporan.
• Kebutuhan aplikasi database yang dapat mengelola data dan informasi sekolah, manajemen sekolahan, dan konten-konten pengajaran dan pembelajaran.
• Kebutuhan untuk menyediakan laporan-laporan dari sekolah secara cepat dan valid kepada instansi terkait, seperi laporan ke Diknas Pendidikan Daerah maupun laporan ke Departemen Pendidikan Nasional.
Tentang Sistem Informasi Manajemen Sekolah
• Sistem Informasi Manajemen sekolah adalah konsep manajemen sekolah menggunakan ICT.
• Sistem Informasi Manajemen sekolah merupakan konversi manajemen sekolah secara manual ke Sistem manajemen sekolah berbasis program komputer (database).
• Sistem Informasi Manajemen sekolah adalah proses manajemen data akademik dan data pendukung akademik secara mudah, cepat dan efisien.
Nilai Lebih SIMDIK
• Sesuai standar JARDIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional), sehingga pembuatan laporan dari masing-masing sekolah maupun dari Dinas Pendidikan dapat dengan mudah dan cepat di sampaikan tanpa harus membuat laporan ulang dan tanpa harus mencetak laporan, hal ini karena format laporan dan jaringan sudah disesuaikan dan menggunakan konsep singkronisasi online.
• Kemudahan dan kecepatan proses pengolahan, penyimpanan, pencarian, pelaporan data dan informasi yang dibutuhkan.
• Dikembangkan secara integrated untuk kebutuhan administrasi akademik sekolah.
• Sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan lembaga/institusi pendidikan terkait.
• Secara teknis, proses instalasi dan setup yang mudah.
• Tampilan user friendly dengan mengadopsi interface Office 2007.
• Harga lisensi yang sangat kompetitif.
Cakupan SIMDIK
Ruang Lingkup SIMDIK Back-office :
1. Koneksi dan setting
Identitas sekolah, setting tahun ajaran, seting kurikulum, koneksi database, dan format tanggal.
2. Pengelolaan Kesiswaan
Pengelolaan biodata masing-masing siswa, beasiswa, kasus kedisiplinan, data kesehatan, data periksa, prestasi, perpindahan (mutasi) siswa, sampai pengelolaan data alumni.
3. Pengelolaan Akademik
Laporan nilai hasil ujian secara periodik, data nilai KTSP, data nilai KBK, data absensi, data bimbingan dan penyuluhan, data kasus siswa, rencana pengajaran, pengelolaan mata pelajaran, penjadwalan, dan prestasi akademik.
4. Pengelolaan Guru dan Karyawan
Manajemen biodata guru dan karyawan, data keluarga, riwayat pendidikan, pendidikan tambahan(kursus, training, seminar, workshop dsb).
5. Pengelolaan Keuangan
Manajemen pembayaran biaya pendidikan, administrasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)dan penggunaannya, biaya tambahan, seperti : biaya praktikum, biaya ekstra, dll.
6. Pengelolaan Perpustakaan
Pengelolaan buku (judul, kategori & deskripsi), status keanggotaan dan peminjam, stock inventory, Jurnal keluar masuk buku, laporan-laporan terdiri dari : statistik peminjaman, statistik keluar masuk buku, rekap peminjaman, dan rekap pengembalian.
7. Pelaporan
Pelaporan siswa (induk siwa, kesehatan, periksa kesehatan, biasiswa, kasus, dan bimbingan) per siswa, per kelas dan seluruh siswa, pelaporan guru/pegawai (induk pegawai, bidang pengajaran), rencana pengajaran, nilai, kelulusan, statistik dan laporan ke DEPDIKNAS (data sekolah, siswa dan guru)
8. Bank Soal
Pengolahan data bank soal, penyimpanan soal,pencarian dan pencetakan
buat yang mau buku panduan SIMDIK yang dikeluarin oleh PT. WIRA EKA dan tentunya waktu saya menjadi salah satu tenaga ahli diperusahaan yang menangani pengadaan DAK yang mengharuskan tuk membuat buku panduan ini tuk memudahkan pada pengguna lainnya dalam memanfaatkan fasilitas yang diberikan,

Minggu, 17 April 2011

SISTEM INFORMASI

Klasifikasi sistem informasi
ABSTRAK DAN SISTEM FISIK
Sistem abstrak adalah sistem yang berisikan gagasan atau konsep seperti sistem teologi berisi gagasan hubungan manusia dengan Allah
Sistem fisik adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat seperti sistem transportasi
SISTEM DETERMINISTIK DAN SISTEM PROBABILISTIK
Sistem deterministik adalah sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat seperti sistem komputer
Sistem probabilistik adalah sistem yang tidak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas seperti sistem arisan atau sistem sediaan
SISTEM ALAMIAH DAN SISTEM BUATAN MANUSIA
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena alam seperti sistem tata surya
Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia seperti sistem komputer, sistem mobil kemampuan utama sistem informasian seperti sistem perusahaan dagaMelaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dan dengan kecepatan tinggi.

Menyediakan komunikasi dalam/antar organisasi

Menyimpan informasi yang mudah diakses

Meningkatkan efisiensi dan efektivitas :

Menyajikan informasi dengan jelas

Mengotomatisasi proses yang tadinya dikerjakan manual

Mempercepat pengetikan dan editing

Pembiayaan menjadi lebih murah

KEDUDUKAN SISTEM INFORMASI SEBAGAI SISTE

Sistem informasi tergolong sebagai :

sistem buatan manusia, karena manusia yang merancang dan

mengoperasikannya

terbuka, karena menerima masukan dan keluaran bagi lingkungan

serta beradaptasi dengan perubahan

bersifat fisik, karena secara fisik dapat dilihat

dapat tergolong sebagai sistem sederhana atau kompleks tergantung

pada implementasinya

dapat tergolong sebagai sistem probabilistik (kondisi masa depan

sistem ini tidak dapat diramalkan secara pasti) atau deterministik (jika dilihat pada sistem pemrosesan transaksi)

sistem buatan manusia, karena manusia yang merancang dan

mengoperasikannya

terbuka, karena menerima masukan dan keluaran bagi lingkungan

serta beradaptasi dengan perubahan

bersifat fisik, karena secara fisik dapat dilihat

dapat tergolong sebagai sistem sederhana atau kompleks tergantung

pada implementasinya

dapat tergolong sebagai sistem probabilistik (kondisi masa depan

sistem ini tidak dapat diramalkan secara pasti) atau deterministik (jika dilihat pada sistem pemrosesan transaksi)

SISTEM TERTUTUP DAN SISTEM TERBUKA

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkubung terisolasingan (tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan) seperti reaksi kimia dalam ta

sistem buatan manusia, karena manusia yang merancang dan

mengoperasikannya

terbuka, karena menerima masukan dan keluaran bagi lingkungan

serta beradaptasi dengan perubahan

bersifat fisik, karena secara fisik dapat dilihat

dapat tergolong sebagai sistem sederhana atau kompleks tergantung

pada implementasinya

dapat tergolong sebagai sistem probabilistik (kondisi masa depan

sistem ini tidak dapat diramalkan secara pasti) atau deterministik (jika dilihat pada sistem pemrosesan transaksi)
Ciri-ciri informasi :
Benar atau salah
Informasi berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan
Baru
Informasi benar-benar baru bagi si penerima
Tambahan
Informasi dapat memperbaharui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada
Korektif
Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar
Penegas
Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga meningkatkan keyakinan terhadap informasi
elemen-elemen sistem
TUJUAN : setiap sistem mempunyai tujuan yang menjadi pemotivasi arah sistem.
Tujuan utama sistem informasi :
Mendukung fungsi kepengurusan manajemen
Mendukung pengambilan keputusan
Mendukung kegiatan operasi
Menuju kepada keunggulan kompetitif (mampu bersaing)
Masukan : (input) segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya
menjadi bahan untuk diproses.
Pada sistem informasi masukan dapat berupa data (transaksi/non-transaksi), dan atau instruksi
Proses : merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran.
Pada sistem informasi proses dapat berupa meringkas data, melakukan penghitungan, mengurutkan data, dsb.
Keluaran : merupakan hasil dari pemrosesan.Pada sistem informasi keluaran bisa berupa informasi, saran, cetakan laporan, dsb.
Mekanisme pengendalian dan Umpan balik : mekanisme pengendalian diwujudkan dengan menggunakan umpan balik. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan masukan maupun proses (dilakukan perbandingan antara keluaran sistem dengan keluaran yang dikehendaki/standar)
Batas : pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan) yang menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Batas sistem dapat dimodifikasi dan berpengaruh terhadap perubahan perilaku sistem.
Contoh : pertumbuhan penjualan dipengaruhi modal, gerakan pesaing, pembelian. Apabila saham dijual akan meningkatkan modal sehingga dapat mengubah perilaku sistem penjualan.
Lingkungan : segala sesuatu yang berada di luar sistem dan dapat mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan bagi sistem informasi dapat berupa vendor, pelanggan, pemilik, pemerintah, bahkan pesaing.
Karakteristik sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik. Karakteristik sistem adalah sebagai berikut :
Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem atau subsistem-subsistem.
Suatu sistem mempunyai batas sistem (boundary)
Suatu sistem mempunyai lingkungan luar (environment)
Suatu sistem mempunyai penghubung atau antarmuka (interface)
Suatu sistem mempunyai tujuan (goal)

MANAJEMEN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN

Manajemen yang secara umum artinya pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan

sumber daya yang diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta (objective)

atau tujuan-tujuan tertentu Atmosudirdjo (1986:158). Sedangkan menurut Siagian (1989:5)

manajemen dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh

sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain. menurut

Terry dalam Manullang (2005:1) manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan

terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain. Jadi dapat disimpulkan

manajemen adalah suatu pengendalian dan pengawasan kegiatan / aktivitas orang atau

kelompok orang dalam mencapai suatu tujuan tertentu.

Sistem adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama

untuk mencapai beberapa tujuan. Sebuah sistem terdiri dari bagian–bagian saling berkaitan

yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran, berarti sebuah sistem bukanlah

seperangkat unsur yang tersusun secara tak teratur, tetapi terdiri dari unsur yang dapat dikenal

sebagai bagian yang saling melengkapi karena mempunyai sasaran dan tujuan yang sama.

Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi

penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.

Menurut UU No. 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa

dan negara.

Sedangkan pendidikian pada dasarnya adalah proses komunikasi yang di dalamnya

mengandung transformasi pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, di dalam

dan di luar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat, dan generasi ke generasi.

Manajemen sistem informasi pendidikan adalah sistem yang didisain untuk kebutuhan

manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu

organisasi pendidikan. Maksud dilaksanakannya manajemen sistem informasi pendidikan

adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen seperti planning, organizing, staffing,

directing, evaluating, coordinating, dan budgeting dalam rangka menunjang tercapainya

sasaran dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidikan.

Dalam kenyataannya, sistem informasi sering dikaitkan dengan teknologi, dengan

komputer khususnya. Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi tidak harus melibatkan

komputer, sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi

berbasis komputer (computer based information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya

sistem informasi lebih sering dikait-kaitkan dengan komputer. Berikut beragam definisi

sistem informasi :

1. Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)

Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan,

memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang

spesifik.

2. Bodnar dan HopWood (1993)

Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk

mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.

3. Alter (1992)

Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi

informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.

Pada dasarnya suatu sistem informasi dibangun dengan beberapa tahap pengembangan

serta melibatkan sumber daya dari beberapa disiplin ilmu yang berbeda, baik sisi manajemen,

teknologi informasi, keuangan, dan lain sebagainya. Salah satu hasil produk pembangunan

sistem informasi adalah suatu perangkat lunak yang terpadu, ditambah dengan tata aturan

yang diterapkan untuk mengelola sistem sehingga tujuan dari suatu sistem dapat tercapai.

Pembangunan suatu sistem informasi baik dalam skala besar maupun kecil, tetap

membutuhkan langkah-langkah tersusun dan terkoordinasi karena pembangunan sistem

informasi merupakan suatu proyek pengembangan memiliki tujuan sehingga sistem informasi

dapat berjalan dengan baik.

Sistem informasi memiliki 5 komponen utama pembentuk yaitu :

1. Komponen Perangkat Keras (Hardware)

2. Komponen Perangkat Lunak (Software)

3. Komponen Sumber Daya Manusia (Brainware)

4. Komponen Jaringan komputer (Netware)

5. Komponen Sumber Daya Data (Dataware)

Ide membangun sistem informasi pada dasarnya merupakan ide ringan akan tetapi

dengan keterlibatan beberapa unsur yang mendukung atas pembangunan tersebut, ide tersebut

akan berkembang menjadi kompleks ataupun sangat kompleks.

Agar kita dapat mengembangkan ide sistem informasi tersebut menjadi suatu karya maka

jawabannya adalah ide tersebut perlu dikembangkan dengan dukungan perangkat

pengembangan sistem informasi, serta perlu mengembangkan ide tersebut dalam tahap-tahap

pembangunan sistem informasi.

Seperti yang kita ketahui ide membangun sistem informasi sekolah sangat erat dengan

konsep dasar dari sistem pendidikan. Di Indonesia, sistem pendidikan menurut Undangundang

nomor 20 tahun 2003 dikatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana

untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian

diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,

masyarakat, bangsa dan negara.

Berdasarkan jenjang pendidikan yang di dapat terdiri atas 3 (tiga) klasifikasi yaitu

pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Jenjang pendidikan dasar yang kita

ketahui terdiri atas pendidikan sekolah dasar / Madsarah Ibtidaiyah dan sekolah tingkat

pertama / Madrasah tsanawiyah. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah

umum dan pendidikan menengah kejuruan, sedang bentuk dari Pendidikan menengah dapat

berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah

Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

Adapun Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang

mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang

diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Nah, sekarang bagaimana kita mendefinisikan konsep atas ide kita yaitu membangun

sistem informasi pendidikan karena dari masing-masing jenjang pendidikan tersebut di atas,

pendekatan atas sistem informasi tentu akan berbeda, karena peraturan yang memayungi

masing-masing jenjang pendidikan tersebut tentunya berbeda yang masing-masing dikelola

oleh suatu peraturan pemerintah.

Mari kita definisikan satu saja jenjang pendidikan yang akan kita wujudkan menjadi

suatu sistem aplikasi yaitu : Bagaimana membangun sistem informasi pendidikan menengah,

yaitu Bagaimana sistem informasi pendidikan menengah dapat kita implementasi baik di

Sekolah Menengah Atas ataupun kejuruan seperti Madrasah Aliyah atau Sekolah Menengah

Kejuruan.

Dari konsep dasar tersebut di atas, dapat kita melihat bahwa untuk suasana belajar dan

proses pembelajaran terdapat 3 (tiga) hal penting yaitu :

1. Adanya Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi

diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan

tertentu.

2. Adanya mata pelajaran yang akan di pelajari, dan

3. Adanya Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen,

konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang

sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Dengan demikian kita akan melihat 3 (tiga) domain utama, yang apabila digambarkan

secara sederhana dalam bentuk himpunan dan irisan himpunan maka akan terbentuk sebagai

berikut :

Gambar 1. himpunan relasi antar domain

Dari himpunan relasi antar domain proses pembelajaran, terlihat beberapa hubungan yang

teriris antar domain tersebut seperti :

1. Bahwa hubungan himpunan guru terhadap murid akan berupa suatu bimbingan dan

counseling;

2. Hubungan antara guru dengan mata pelajaran akan berbentuk kebutuhan akan silabus

pembelajaran atau garis-garis besar haluan pembelajaran.

3. Hubungan antara siswa dengan mata pelajaran akan berbentuk rencana belajar yang ingin

di ambil masing-masing tingkat pembelajaran; serta

4. Hubungan antara ketiga domain tersebut akan berbentuk pertemuan dan tatap muka saat

proses belajar dilaksanakan.

Domain utama dari unsur proses belajar tersebut di atas, tentunya akan memiliki batas

yang menaunginya yaitu :

1. Peran orang tua siswa yang dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu unsur

yang memberikan arahan bagi siswa dalam menyelesaikan proses belajarnya. Adapun

fungsi kontrol atas proses belajar dan mengajar ini peran orang tua siswa di wujudkan

menjadi suatu komite sekolah yang tugas dan fungsinya mengontrol semua sistem yang

terdapat di sekolah, dari pihak eksternal, serta mempromosikan sekolah ke lingkungan

luar sekolah, melakukan rapat dengan para orang tua siswa baik di awal penerimaan

siswa baru maupun rapat yang ada kaitannya di luar sekolah.

2. Peran Depdiknas

3. Lingkungan sekolah yang merupakan batas yang dapat memberikan kontribusi langsung

maupun tidak langsung terhadap kualitas pendidikan tersebut.

4. Sarana dan Prasarana yang ada di sekolah tersebut dapat memberikan kontribusi dalam

pengembangan sistem yang ada disekolah tersebut, dan merupakan salah satu pendukung

perkembangan sekolah.

5. Standarisasi dan pengawasan merupakan salah satu point penting yang memberikan

dukungan sistem sekolah ke arah yang lebih baik.

6. Dana Pendidikan

Dari tahapan pendefinisian ide tersebut di atas, dapat dilihat bahwa dari suatu ide

sederhana yaitu membangun sistem informasi sekolah dapat menjadi berubah menjadi suatu

konsep yang kompleks.

Menurut sumber lain, dunia pendidikan Indonesia, ternyata masih banyak sekali yang

belum bisa merasakan apa itu pendidikan. Hal yang menarik adalah ketatnya peraturan

pemerintah mengenai standarisasi nilai kelulusan yang setiap tahunnya selalu naik, ide yang

bagus untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, tapi mereka yang duduk di sana

tidak menoleh ke belakang apa yang seharusnya dibutuhkan masyarakat.

“Seandainya saya diangkat sebagai Mentri Depertemen Perencanaan dan Perancangan Sistem

Informasi Nasional. Saya akan mengubah Sistem pendidikan yang ada di indonesia menjadi

Sistem Informasi Pendidikan Terkomputerisasi”(Penulis artikel dari sumber yang

bersangkutan). Ada beberapa hal yang menarik yang perlu kita pertimbangkan, Yaitu :

1. Metode pelajaran yang berbeda antara di kota dan di desa.

2. Kurangnya pemerataan pendidikan.

3. Banyak kebijakan/aturan pendidikan yang mengalami perubahan yang tidak jelas.

4. Dunia pendidikan sangat tertinggal dibandingkan dengan perkembanan teknologi

dinformasi dalam perkembangan zaman.

5. Metode pembelajaran yang masih baku dalam arti pelajar masih kurang komunikatif dan

inspiratif dalam mengemukakan komentarnya. Pelajar hanya mendengarkan dan selalu

berorientasi hanya kepada guru saja.

6. Tidak adanya pertukaran informasi, pengetahuan dan sumber daya antara sekolah yang

satu dengan yang lainnya (tidak adanya networking dalam membangun dunia

pendidikan).

7. Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang berbasis teknologi.

8. Sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pendidikan belum mempunyai

kemampuan multi dimensi yang dapat merangsang multi intelensia pelajar.

Untuk itu diperlukan satu wadah yang mampu menampung Aspirasi tersebut. Suatu

lembaga pendidikan yang mampu mengatasi persoalan masyarakat. Lembaga yang ditunjuk

yang berada dipusat.

Inspirasi yang timbul dalam diri saya adalah setiap sekolah diberikan fasilitas teknologi

komputerisasi yang nantinya akan membangun suatu situs web masing-masing sekolah. Web

ini akan berisikan keadaan sekolah baik secara fisik maupun non fisik, sarana dan prasarana

saat ini termasuk teknologinya, jumlah guru dan murid sehingga setiap sekolah nantinya bisa

bertukar informasi satu sama lainnya.

Selanjutnya situs web ini akan ditampung dalam satu server yang terletak di provinsi

masing-masing yang terhubung dengan daerahnya. Kemudian seluruh propinsi ini

mengumpulkan situs web sekolah ke lembaga yang ditunjuk tadi sehingga terkumpul menjadi

satu web nasional. Disinilah Link seluruh sekolah yang ada di Indonesia, disini pulalah kita

bisa bertukar informasi mengenai sekolah masing-masing.

Dari pembahasan mengenai istilah manajemen sistem informasi ini, kita bisa mengetahui

aspek-aspek yang diperlukan dalam membangun sistem tersebut

SIMDIK

SIMDIK adalah sebuah sistem informasi untuk kebutuhan manajemen lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah. Sekolah yang dapat di cover dengan SIMDIK ini adalah sekolah TK, SD, SMP, SMA dan sederajat.
SIMDIK dikembangkan secara terpadu dimulai dari proses operasional pendaftaran siswa baru, proses akademik, pengelolaan keuangan, sampai operasional siswa menjadi alumni.
SIMDIK merupakan core proses operasional sekolah.
SIMDIK juga dirancang sesuai dengan standar JARDIKNAS. Segala kebutuhan pelaporan dari sekolah ke Dinas Pendikan Daerah maupun untuk kebutuhan Depdiknas dapat dilakukan dengan mudah. Dengan adanya SIMDIK manajemen pendidikan menjadi lebih mudah dan terkontrol.


Latar Belakang
• Pemanfaatan ICT dalam bidang pendidikan sudah sangat diperlukan dalam proses pengelolaan sekolah, baik dalam hal pengelolaan administrasi akademik, administrasi kepegawaian, dan untuk proses pelaporan.
• Kebutuhan aplikasi database yang dapat mengelola data dan informasi sekolah, manajemen sekolahan, dan konten-konten pengajaran dan pembelajaran.
• Kebutuhan untuk menyediakan laporan-laporan dari sekolah secara cepat dan valid kepada instansi terkait, seperi laporan ke Diknas Pendidikan Daerah maupun laporan ke Departemen Pendidikan Nasional.
Tentang Sistem Informasi Manajemen Sekolah
• Sistem Informasi Manajemen sekolah adalah konsep manajemen sekolah menggunakan ICT.
• Sistem Informasi Manajemen sekolah merupakan konversi manajemen sekolah secara manual ke Sistem manajemen sekolah berbasis program komputer (database).
• Sistem Informasi Manajemen sekolah adalah proses manajemen data akademik dan data pendukung akademik secara mudah, cepat dan efisien.
Nilai Lebih SIMDIK
• Sesuai standar JARDIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional), sehingga pembuatan laporan dari masing-masing sekolah maupun dari Dinas Pendidikan dapat dengan mudah dan cepat di sampaikan tanpa harus membuat laporan ulang dan tanpa harus mencetak laporan, hal ini karena format laporan dan jaringan sudah disesuaikan dan menggunakan konsep singkronisasi online.
• Kemudahan dan kecepatan proses pengolahan, penyimpanan, pencarian, pelaporan data dan informasi yang dibutuhkan.
• Dikembangkan secara integrated untuk kebutuhan administrasi akademik sekolah.
• Sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan lembaga/institusi pendidikan terkait.
• Secara teknis, proses instalasi dan setup yang mudah.
• Tampilan user friendly dengan mengadopsi interface Office 2007.
• Harga lisensi yang sangat kompetitif.

Cakupan SIMDIK
Ruang Lingkup SIMDIK Back-office :
1. Koneksi dan setting
Identitas sekolah, setting tahun ajaran, seting kurikulum, koneksi database, dan format tanggal.
2. Pengelolaan Kesiswaan
Pengelolaan biodata masing-masing siswa, beasiswa, kasus kedisiplinan, data kesehatan, data periksa, prestasi, perpindahan (mutasi) siswa, sampai pengelolaan data alumni.
3. Pengelolaan Akademik
Laporan nilai hasil ujian secara periodik, data nilai KTSP, data nilai KBK, data absensi, data bimbingan dan penyuluhan, data kasus siswa, rencana pengajaran, pengelolaan mata pelajaran, penjadwalan, dan prestasi akademik.
4. Pengelolaan Guru dan Karyawan
Manajemen biodata guru dan karyawan, data keluarga, riwayat pendidikan, pendidikan tambahan(kursus, training, seminar, workshop dsb).
5. Pengelolaan Keuangan
Manajemen pembayaran biaya pendidikan, administrasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)dan penggunaannya, biaya tambahan, seperti : biaya praktikum, biaya ekstra, dll.
6. Pengelolaan Perpustakaan
Pengelolaan buku (judul, kategori & deskripsi), status keanggotaan dan peminjam, stock inventory, Jurnal keluar masuk buku, laporan-laporan terdiri dari : statistik peminjaman, statistik keluar masuk buku, rekap peminjaman, dan rekap pengembalian.
7. Pelaporan
Pelaporan siswa (induk siwa, kesehatan, periksa kesehatan, biasiswa, kasus, dan bimbingan) per siswa, per kelas dan seluruh siswa, pelaporan guru/pegawai (induk pegawai, bidang pengajaran), rencana pengajaran, nilai, kelulusan, statistik dan laporan ke DEPDIKNAS (data sekolah, siswa dan guru)
8. Bank Soal
Pengolahan data bank soal, penyimpanan soal,pencarian dan pencetakan

MEMBANGUN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN

Pada dasarnya suatu sistem informasi dibangun dengan beberapa tahap pengembangan serta melibatkan sumber daya dari beberapa disiplin ilmu yang berbeda, baik sisi manajemen, teknologi informasi, keuangan, dan lain sebagainya. Salah satu hasil produk pembangunan sistem informasi adalah suatu perangkat lunak yang terpadu, ditambah dengan tata aturan yang di terapkan untuk mengelola sistem sehingga tujuan dari suatu sistem dapat tercapai. Pembangunan suatu sistem informasi baik dalam skala besar maupun kecil, tetap membutuhkan langkah-langkah tersusun dan terkoordinasi karena pembangunan sistem informasi merupakan suatu proyek pengembangan memiliki tujuan sehingga sistem informasi dapat berjalan dengan baik.
Sistem informasi memiliki 5 komponen utama pembentuk yaitu :
1. Komponen Perangkat Keras (Hardware)
2. Komponen Perangkat tersebut, ide tersebut akan berkembang menjadi kompleks ataupun sangat kompleks Lunak (Software)
3. Komponen Sumber Daya Manusia (Brainware)
4. Komponen Jaringan komputer (Netware)
5. Komponen Sumber Daya Data (Dataware)
Ide membangun sistem informasi pada dasarnya merupakan ide ringan akan tetapi dengan keterlibatan beberapa unsur yang mendukung atas pembangunan.
Bagaimana kita mengembangkan suatu ide sistem informasi menjadi suatu karya ? jawabannya adalah, ide tersebut perlu di kembangkan dengan dukungan perangkat pengembangan sistem informasi, serta perlu mengembangkan ide tersebut dalam tahap-tahap pembangunan sistem informasi.
Seperti yang kita ketahui ide membangun sistem informasi sekolah sangat erat dengan konsep dasar dari sistem pendidikan. Di Indonesia, sistem pendidikan menurut Undang-undang nomor 20 tahun 2003 dikatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Berdasarkan jenjang pendidikan yang di dapat terdiri atas 3 (tiga) klasifikasi yaitu pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Jenjang pendidikan dasar yang kita ketahui terdiri atas pendidikan sekolah dasar/madsarah Ibtidaiyah dan sekolah tingkat pertama/Madrasah tsanawiyah. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan, sedang bentuk dari Pendidikan menengah dapat berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK),






ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI
Ethic adalah prinsip yang berhubungan dengan perbuatan benar atau salah.
Dalam lingkungan sistem informasi masalah etika muncul disebabkan :
Teknologi informasi mempunyai pengaruh yang mendalam di dalam kehidupan masyarakat
Seseorang yang menentukan penggunaan teknologi informasi (dalam suatu organisasi) bertanggungjawab terhadap akibat dari penerapan teknologi informasi tersebut
Masalah-masalah yang muncul
Masalah Privasi
Teknologi informasi dapat menjajah privasi individu seperti : memonitor email, memonitor perilaku pegawai, menjual informasi pribadi
Masalah Kepemilikan intelektual
Erat hubungannya dengan pembajakan perangkat lunak (karena begitu mudah untuk melakukan duplikasi software)
Masalah keamanan
Erat kaitannya dengan ancaman terhadap sistem informasi seperti merusak/mencuri password, memasukkan virus


Masalah akurasi
Berhubungan dengan masih terdapatnya kesalahan dalam program yang dikembangkan (bug) mengakibatkan informasi menjadi tidak akurat
Masalah kesehatan
Penerapan teknologi informasi dapat merusak kesehatan pemakainya seperti injury yang terjadi di daerah tulang punggung (carpal tunnel syndrome), kerusakan mata sebagai akibat computer vision syndrome

DIMENSI MORAL DALAM SISTEM INFORMASI
Langkah-langkah yang dapat digunakan untuk menangani isu etika :
Mengacu kepada Kode Etik yang berhubungan dengan sistem informasi Ten Commandments of Computer Ethics (The Computer Ethics Institute, Loyola University Chicago)
Pemecahan masalah etika melalui beberapa pendekatan yakni :
The golden rule : lakukan kepada orang-orang lain seperti apa yang kamu inginkan mereka melakukannya kepadamu.Immanuel Kant’s Categorial Imperative : jika suatu tindakan tidak benar untuk dilakukan oleh setiap orang, maka itu tidak benar dilakukan untuk setiap orang.
Descartes’ rule of change : jika suatu tindakan tidak dapat dilakukan berulang-ulang, maka itu tidak benar untuk dilakukan pada suatu saat tertentu
Utilitarian principle : ambillah tindakan yang akan memberikan nilai lebih tinggi/lebih besar
Risk aversion principle : ambillah tindakan yang menghasilkan bahaya yang terkecil atau potensi bahaya terendah
No free lunch rule : sesuatu yang dibuat/diciptakan yang berguna bagi kita, diasumsikan penciptanya menginginkan kompensasi dari hasil tersebut.
Pilih alternatif dengan kinerja terbaik
Sistem Pemrosesan Transaksi :
Menghimpun, menyimpan, memproses data transaksi dan mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transaksi, misal transaksi kartu kredit, pembelian tiket pesawat online, atm, b2c'
Sistem Informasi Manajemen :
Mendukung operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Menghasilkan informasi untuk memantau kinerja, memelihara koordinasi, menyediakan informasi untuk operasional organisasi (SI area fungsional)
Sistem Otomasi Perkantoran :
Memberikan fasilitas tugas-tugas pemrosesan informasi sehari-hari melalui berbagai perangkat lunak seperti pengolah kata, pengolah lembar kerja, pengolah grafik, surat elektronik, pengolah grafik/presentasi
Sistem Pendukung Keputusan :
Perluasan dari sistem informasi manajemen dan sistem informasi transaksi, memberikan perangkat interaktif yang memungkinkan pengambil keputusan melakukan berbagai analisis


Sistem Pendukung Cerdas :
Sistem yang mampu menangani masalah kompleks, memecahkan masalah berdasarkan nalar, dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah (knowledge-based system)