Kamis, 03 Februari 2011

DIFINISI MOTIVASI MENURUT PARA AHLI

Motivasi menurut Woolfolk

Motivasi difinisikan aebagai:" Sesuatu yang datang dari dalam diri sendiri yang menimbulkan gairah belajar atau dorongan untuk belajar secara langsung agar menjadi sesuatu kebiasaan."

Motivasi menurut Mc.CAllend & Mc. GREGOR

Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin ( the a cheeving society yaitu kebutuhan untuk berprestasi, berafiliasi dan untuk berkuasa).

Motivasi menurut ABRAHAM MASLOW

Maslow mendifinisikan motivasi yang mengacu pada terpenuinya lima kebutuhan pokok yang disusun secara hierarki dari terpenuhinya kebutuhan yang paling penting dahulu kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting; selanjutnya Abraham Maslow mengartikan motivasi belajar sebagai : Kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar dengan senang dan belajae secara bersngguh-sungguh, yang pada gilirannya akan terbentuk cara belajar siswa yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi kegiatan2.

Motivasi menurut GATES DAN KAWAN-KAWAN

Motivasi adalah Suatu kondisi fisiologi dan psikologis yang terdapat falam pribadi seseorang yang mendorong untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan.

Keterkaitan motivasi dengan kesiapan belajar siswa.
Motivasi sangatlah penting, ibarat MOTOR motivasi sebagai bahan bakarnya, selain ditetapkannya tujuan/ goal/ cita-cita/ atau sebuah mimpi. Dengan motivasi kesiapan belajar siswa akan lebih bergairah, lebih berwarna, ceria, ada sebuah semangat baru, hal ini akan terlihat dari aura mereka yang berbinar, siap untuk belajar, maka akan terlihat mereka memperhatikan, saat guru menerangkan mereka menyimak dengan baik, sebagai pendengar yang efektif.

Pentingnya motivasi dalam perkembangan psikologis siswa.

Seiring bertambahnya usia anak / siswa maka perkembangan psikologis siswapun meningkat. Maka kebutuhan sebuah motivasi baik itu motivasi instrinsik/ dari dalam diri maupun motivasi ekstrinsik/ dari luar diri ( bisa dari guru, ortu, teman, juga lingkungan), semakin penting dan semakin diperlukan; dan apabila seorang siswa semakin banyak mendengar informasi pentingnya sebuah MOTIVASI, semakin mendorong mereka memunculkan motivasi dari dalam dirinya/ motivasi instrinsik, dan berusaha menyerap motivsi dari luar dirinya/ motivasi ekstrinsik, sehingga semakin banyak timbul energi positif dalam diri siswa tersebut, maka semakin matang perkembangan psikologis seorang siswa, siswa yang seperti inilah, siswa yang memiliki kesiapan belajar optimal, optimis, dan memaksimalkan kemampuannya, dan menjadi pribadi yang ekstrovert.

Berbagai akibat bila tidak ada motivasi dalam kehidupan individu.

Dengan mengetahui pentingnya sebuah MOTIVASI dalam kehidupan kita, maka apabila motivasi tidak ada, pastinya akan sangat garing kehidupan kita, seperti orang yang kekurangan darah, lemes, pesimis, menatap segala sesuatu dengan hampa, hidupnya sangat monoton, stack/ diam ditempat, tanpa ada usaha hasilpun tidak maksimal, tidak ada gairah berprestasi, bisa dikatakan sebagai mati suri dalam kehidupannya. Hal yang seharusnya ditakuti adalah lama kelamaan hidup tanpa motivasi akan masuk pada ZONA MALAS, sedangkan yang termasuk pada keluarga malas ini sangatlah banyak, antara lain jadi tidak produktif, menolak tugas, suka menunda sesuatu, tidak disiplin, menolak melakukan kwajiban dan lain-lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar