Senin, 11 April 2011

SKRIPSI BK BAB I

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sikap teguh pendidikan baik formal maupun informal tidak dapat dipisahkan dengan upaya yang dilakukan manusia dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dapat dilihat dari segi pendidikannya.
Dalam menunjang pelaksanaan pendidikan, saat ini keberadaan bimbingan dan konseling di sekolah menjadi salah satu pelayanan pendidikan yang sangat dibutuhkan peranannya. Saat ini sekolah– sekolah telah mengambil langkah – langkah yang diperlukan untuk memasukkan program bimbingan dan konseling sebagai salah satu bidang penting dalam kurikulum sekolah. Dengan diadakannya atau dilaksanakannya bimbingan dan konseling di sekolah maka tidak menutup kemungkinan bahwa pelayanan bimbingan dan konseling tersebut akan membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional Republik Indonesia.
Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai oleh peserta didik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan, yakni bimbingan pengajaran dan latihan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam konteks ini, tujuan pendidikan merupakan komponen sistem pendidikan yang menempati kedudukan dan fungsi sentral.
Berdasarkan (UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, pasal 3).
Pendidikan nasional befungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk perkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Melalui sekolah siswa belajar berbagai macam hal.
Dalam pendidikan formal, belajar menunjukkan adanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan, kecakapan dan pengetahuan baru. Hasil dari proses belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajarnya. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar. Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatu yang penting, karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya.
Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang, untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi, perlu adanya penilaian. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya. Penilaian terhadap hasil belajar seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana telah mencapai sasaran belajar.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mengadakan penelitian dengan menghadirkan dalam skripsi dengan judul “Aktifitas Layanan Bimbingan dan Konseling Dalam Membina Aktivitas Belajar Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Al Wahyu Jakarta Timur”.
B. Identifikasi Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Aktifitas guru bimbingan konseling dalam membina aktifitas belajar siswa dapat meningkatkan prestasi di kelas.
2. Faktor - faktor penyebab aktifitas belajar dapat terhambat
3. Kemampuan pengajar atau guru sebagai faktor utama dalam peningkatan belajar siswa.
4. Fasilitas di sekolah memilki peran dalam kegiatan belajar.
5. Bentuk dukungan sekolah dalam meningkatkan pembinaan aktifitas belajar.
6. Peningkatan prestasi belajar di sekolah merupakan masalah yang perlu ditangani dengan segera

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang dikemukakan di atas, maka agar dalam pembahasan tidak meluas dan terfokus terhadap pembahasannya maka penulis membatasi masalah pada aktifitas layanan bimbingan dan konseling dalam membina aktifitas belajara siswa kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan AL Wahyu Jakarta Timur.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah tersebut di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Bagaimana Layanan Guru Bimbingan dan Konseling dalam membina aktifitas belajar siswa di Sekolah Menengah Kejuruan AL Wahyu Jakarta Timur ?

E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tentang Layanan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Membina Aktifitas Belajar Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan AL Wahyu Jakarta Timur

F. Kegunaan Penelitian
1. Kepala Sekolah :
Sebagai bahan masukan di dalam penyelenggaraan program bimbingan dan konseling dalam pemilihan karir siswa dimasa mendatang.
2. Guru Bimbingan dan Konseling :
Sebagai bahan masukan dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah khususnya dalam membantu pemilihan karir.
3. Penulis :
Sebagai syarat akhir untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S1) program studi bimbingan dan konseling di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta.

2 komentar: